Coretan Virtual DMe3

Februari 24, 2007

Review DVD : Idiocracy

Filed under: Movie Review — dme3 @ 2:47 am

Idiocracy

Ingin lihat gambaran populasi dunia di masa depan? Tontonlah film ini. Walaupun ini bukan film dokumenter ataupun sebuah pelajaran tentang kependudukan, karena ini hanya film komedi belaka, isi dan pesannya sangatlah jelas. PERBANYAK GENERASI MANUSIA YG PINTAR DAN TEREDUKASI atau UMAT MANUSIA AKAN JATUH KE JURANG KEBODOHAN DAN KEMISKINAN.

Cerita film ini berfokus pada seorang penjaga perpustakaan tentara AD Amerika dan seorang warga sipil yang menjadi 2 orang terpintar di Amerika. Mereka mampu bertahan hidup karena ditempatkan dalam wadah kriogenik sebagai bagian dari percobaan AD Amerika. Namun karena masalah pribadi ketua percobaan tersebut, mereka dilupakan begitu saja sampai saat mereka terbebas dari wadah kriogenik tersebut pada tahun 2055.

Mereka menemukan negara Amerika yang sangat berbeda dari saat mereka memulai program kriogenik. Mereka mendapatkan masyarakat Amerika sangat bodoh, kacau dalam berbahasa, senang dengan kekerasan, mudah terprovokasi dan hidup dalam jurang kemiskinan. Semua karena orang-orang yang terpelajar dan berbudaya tidak ingin punya anak karena alasan kepraktisan dan beban lainnya. Sedangkan orang-orang yang relatif bodoh dan tak berbudaya memiliki jaringan keluarga yang sangat luas karena mereka tidak ambil pusing tentang masa depan seorang anak, yang penting adalah kepuasan mereka saat melakukan sex.

Akhir kata, jagalah akal pikiran anda untuk terus teredukasi dengan ilmu apapun, bentuklah keluarga yang sadar akan ilmu dan masa depan, jadikanlah anak-anak anda generasi yang lebih teredukasi dan berbudaya serta bermoral daripada generasi manusia yang pernah ada.

Rating film ini : 3/5 bintang

Ode utk BB

Filed under: Hidup di Indonesia — dme3 @ 2:45 am

Burger Blenger ENAK TENAN !!!
Inilah kesan yang muncul setelah saya dan istri melakukan gigitan terakhir pada Chesseburger dan Cheesy Dog dari BB. Setelah jangka waktu yang sangat laaamaaaa sekali, semenjak BB membuka cabangnya di daerah Bintaro Jaya, akhirnya kami sudah mencobanya. Jadi sangat wajar jika kami terasa “kampungan” namun kami tidak malu karena memang rasanya sangat enak-enak-enak…

Satu hal yang menghalangi kami untuk mencicipi BB dari awal adalah ANTRIAN dan KEMACETAN yang ditimbulkan. Lokasi BB di BinJay SANGAT MENGGANGGU LALU LINTAS daerah itu. BB membuka gerainya di samping sebuah restoran soto, yang kini bangkrut dan tutup, di dearah perempatan jalan utama BinJay. Masalahnya adalah area parkir yang tidak mencukupi sehingga sering kali mobil dan motor parkir di pinggir badan jalan. Sebagai warga yang baik, kami tidak ingin menambah kemacetan yang sudah terjadi hanya demi sebuah burger.

Untunglah Kamis kemarin (22/2) saya bisa pulang lebih awal karena sedang training di luar kantor dan bisa mampir di BB. Saat ini BB sudah tidak terlalu menimbulkan kemacetan karena sudah tidak banyak orang yang antri seperti dulu. Mungkin orang-orang sudah bosan dan mencari rasa yang baru, seperti kasus sepinya pembeli pisang goreng Pontianak di area BinJay yang pernah booming lalu sepi saat ini.

Kami harus acungkan 2 jempol untuk pemiliknya yang sudah meracik bumbu, daging dan roti yang sangat enak dan fresh. Jika belum pernah mencobanya, cobalah untuk mampir ke BB. Anda akan merasakan perbedaan dengan burger-burger rasa plastik yang dijual di gerai-gerai fastfood komersial.

Satu Lagu, Lima Radio Jakarta

Filed under: Hidup di Indonesia — dme3 @ 2:42 am

Saat akan berangkat ke kantor pada hari Rabu (21/2) ada sebuah fenomena unik yang terjadi pada stasiun radio di Jakarta. Pada jam 7.06 pagi, saat sedang mendengarkan GMHR di Hard Rock FM, mereka memutar lagu baru dari Dewa 19 (saya asumsikan itu Dewa 19 karena suara Once yang kental terdengar pada vokal). Saya sudah bukan penggemar lagu-lagu mereka semenjak isinya hanya cinta-cintaan melulu jadi dengan segera saya memindah kanal ke Prambors untuk mendengarkan Daging dan Desta.

Tapi saya terkejut ketika lagu yang sama juga sedang diputar di Prambors, saya pikir mungkin hanya sebuah ketidaksengajaan belaka. Demi menjaga telinga saya dari lagu-lagu jelek, saya pindahkan kanal ke Indika untuk mendengarkan lagu-lagu house/techno/party di pagi hari.

But what a shock !!! Indika juga sedang memutar lagu yang sama !!! Saya pikir what the heck ??? Saya coba pindah ke kanal yang biasa didengar istri saya, Female dan i-Radio, dan yang saya temukan sangat mengejutkan…mereka juga memutar lagu yang sama !!! Ini bukan lagi sebuah ketidaksengajaan atau kebetulan belaka, tapi pastinya sebuah strategi marketing dari grup musik atau dari label rekamannya.

Pastilah cara marketing seperti ini tidaklah murah dan mudah. Bayangkan lima stasiun radio, yang tergabung dalam 3 group radio (HR+i-Radio, Prambors+Female, Indika), yang memiliki acara pagi yang segmen pasarnya sangat spesifik “dibeli” hak siarnya untuk sebuah lagu single terbaru. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, jika label berani membeli hak siar 5 radio dalam satu waktu apakah mungkin mereka juga telah membeli “posisi tangga lagu” setiap radio untuk single-single lainnya? Jangan-jangan selama ini seluruh acara Top-40 adalah acara siaran yang sudah dibeli oleh para eksekutif label rekaman.

Jadi pintar-pintarlah dalam memilih musisi / lagu kesukaan anda karena siapa tahu anda sudah menjadi korban marketing para pemilik label rekaman…

Februari 22, 2007

Hello world!

Filed under: Uncategorized — dme3 @ 1:56 pm

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Tema: Silver is the New Black. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.